You cannot copy content of this page

10 Larangan di Bali Yang Wajib Diketahui

Jatinecia.com – Bali adalah sebuah pulau yang selalu ramai oleh pengunjung domestik tetapi memiliki keunikan tersendiri, yang hingga kini masih mampu mempertahankan tradisi Hindu yang kental. Dan di Bali, kami tahu bahwa ada banyak pembatasan bagi penduduk lokal dan pengunjung.

Karena itu orang-orang di lingkungan ini harus mematuhinya. Begitupun bagi wisatawan ada beberapa hal yang perlu dan harus dipatuhi.

Larangan dan Pantangan

Bagi wisatawan yang sedang berlibur di pulau para dewa, hal-hal ini sepertinya perlu diketahui untuk kenyamanan bepergian, beberapa hal seperti pembatasan dan hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan ketika tur wisata termasuk;

  1. Selama perayaan Nyepi, semua orang dilarang menyalakan lampu, pergi keluar rumah atau bepergian, pengecualian untuk hal-hal darurat
  2. Khususnya wanita yang mengalami menstruasi dilarang memasuki area candi
  3. Saat berenang di pantai, perhatikan bendera larangan, karena arus bisa sangat berat dan berbahaya, berenang di antara bendera kuning dan merah
  4. Gunakan pakaian sopan dan gunakan sarung dan syal saat memasuki area kuil
  5. Jangan berjalan di depan orang saat berdoa
  6. Jangan mengambil gambar menggunakan flash / flash saat di depan orang yang sedang berdoa dan pastor yang memimpin shalat
  7. Di depan toko / artshop canang sering ditemukan, jika sedang berjalan, hindari jangan menginjaknya, jika Anda tidak sengaja hanya mengatakan ‘maaf.
  8. Jika selama tur itu memenuhi prosesi / prosesi upacara, jangan membunyikan klakson
  9. Jika di tengah jalan, mati untuk buang air kecil, jika Anda harus melakukannya, katakan ‘maafkan saya’ dan hindari pohon-pohon yang diikat dengan kain atau persembahan, karena orang Bali percaya pada dunia lain dan tetap mempertahankan harmoni itu.
  10. Untuk keamanan, jangan menaruh barang-barang penting di dalam mobil atau di bawah pelana sepeda motor.

Jadi itulah batasan yang ada di Pulau Bali yang sampai sekarang masih berlaku untuk semua yang menginjakkan kaki di Pulau Dewata.

Dengan mengetahui tentang pantangan di Pulau Bali, diharapkan mereka yang ingin berkunjung akan terus menghormati aturan yang ada atau kearifan lokal. Karena percaya atau tidak percaya, konsekuensinya masih berlaku.

0/5 (0 Reviews)

Facebook Comments

Disqus Comments

jatinecia1